Senin, 26 Agustus 2019

Tontonan menjadi tuntunan

Assalamu’alaikum wr wb

Salam pembuka
Keseharian di zaman sekarang menjadi kebiasaan yang akan datang. Salah satu pengaruh konstruksi keadaan di masa yang akan datang adalah tontonan.
Contoh kecil dari hal tersebut adalah seorang anak dengan kesehariannya melihat pekerjaan orang tuanya akan menjadi pendidikan dasar yang tidak akanbisa terpisahkan. Walaupun pekerjaan anak tersebut di masa depan jauh berbeda dengan orang tuanya. Yang akan menjadikan ciri khas dari pengaruh pekerjaan orang tua pada anaknya adalah arti dari pekerjaannya.
Contoh kasus, seorang anak di lahirkan dari keluarga yang bermata pencaharian  sebagai petani di desa terpencil yang belum terjamah oleh moderenisasi, ketika anak tersebut dewasa dan menjadi seorang derektur sebuah perusahaan misalnya, anak tersebut akan berperilaku seperti seorang petani yang terus bekerja keras dan tidak terlalu mementingkan hasil. Walaupun ada dua kemungkinan setelah ia berhasil.
1. Ia merasa kecil sehingga dia rendah hati dan tidak suka berfoya-foya
2. Ia merasa besar sehingga ia sombong dengan keadaannya yang sekarang dan menjadi seorang yang suka menghambur-hamburkan uang dan berprilaku boros.
Begitu pula dengan tontonan yang sering kita lihat, dari film yang kita lihat kita akan mencontoh perilaku dengan apa yang di gambarkan oleh film tersebut. Baik adegan yang baik ataupun adegan yang buruk menurut Islam.
Hal-hal yang berkaitan dengan keburukan dari sebuah film akan menjadi sesuatu hal yang tidak bisa di bendung lagi di masa yang akan datang. Sebagai contoh kasus film sinetron. Jika seseorang anak di bawah umur hingga ia remaja suka di perlihatkan film-film sinetron yang tidak menggambarkan kebaikan malah adegan adegan percintaan yang penuh dengan bumbu pelukan bahkan ciuman, maka tidak aneh jika setelah dewasa ia melakukan hal yang di contohkan di sinetron tersebut bahkan lebih daripada itu.
Begitupula jika kita mengagumi Rasulullah saw, kita akan menjadikan beliau tuntunan hidup, yang senantiasa menjadi pandangan utama dalam berbuat. Karena sesungguhnya, beliau di utus untuk menyempurnakan Akhlak sesuai dengan hadis.
Innamal buistu liutamima makarimal akhlak.
Dalam kitab tijan durori di sebutkan bahwasannya beliau memiliki empat sifat yang pasti ada pada dirinya.
1. Sidiq artinya benar
Dalam artian Rasulullah selalu benar ketika berucap dan bertingkan. Seluruh perintah dan seluruh larangannya menjadi hadis
Seluruh perilaku dan pekerjaannya menjadi sunnah dan seluruh perbuatannya menjadi contoh yang patut di tiru.
2. Amanah artinya terpercaya
Sudah sepantasnya Rasululah di percaya oleh seluruh makhluk baik yang di langit dan di bumi. Dalam siroh nabawiyah pada usia muda sudah di beri gelar al-‘Alim yang artinya terpercaya. Beranjak dewasa beliau di percaya untuk menempatkan batu hajar aswad di sudut mekkah yang abadi hingga sekaarang dan sampai akhir zaman.
3. Fathanah artinya pintar
Jika kita membaca riwayat dan hikayat Rasulullah kita pasti akan terkagum-kagum dengan kecerdasan beliau. Dalam sebuah penelitian, Rasulullah menempati peringkat pertama kepemimpinan tersukses di seluruh dunia, selain berkat kemukjizatan Rasulullah dan atas kekuasaan Allah SWT. Sudah pasti berkat kecerdasannya dalam memimpin zazirah arab pada masa itu.
4. Tabligh artinya menyampaikan
Alquran adalah saksi bisu tabligh Rasulullah. Allah menurunkan Alquran kepada lauhmahfudz terus di turunkan lagi kepada malaikat Jibril dan di turunkan lagi kepada Rasulullah dan sampailah pada kita secara mutawattir. Kalaupun Rasul tidak menyampaikan apa-apa saja yang di sampaikan oleh Allah melalui malaikat jibril pastinya sekarang tidak akan pernah ada yang namanya Alquran. Begitupula dengan kitab-kitab yang sebelumnya.
Yang barusan adalh secuil dari, keutamaan-keutamaan Nabi Muhammad sebagai contoh.
Oleh sebab itu marilah kita jadikan Rasulullah tauladan dalam hidup kita.
DO’A

Salam penutup

Wassalamu’alaikum wr wb