Sering kita
mendengar kata sabar, baik itu sedang di jalan, di sekolah, di rumah, bahkan di
WC pun kita sering sekali mendengar kata sabar. Namun apa sabar sih arti sabar
itu ?
Sabar menurut
adalah menerima perkara dengan lapang dada sehingga dia tidak marah atau
terbawa emosi; putus asa atau gampang sekali menyerah, tidak lekas patah hati
atau anak zaman sekarang menyebutnya dengan istilah galau. Lebih singkatnya
sabar adalah kata lain dari tabah dari cobaan yang sering menerpa diri manusia.
Allah Subhanahu
wata’alā berfirman :
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱصْبِرُوا۟ وَصَابِرُ.....
Artinya : Hai orang-orang
yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu.....( QS. 'Ali `Imran [3] : 200)
Jadi, jelaslah sudah bahwa Allah SWT
memerintahkan kepada kita semua untuk bersabar dalam segala cobaan yang ada.
Dan apalagi ketika kita berada dalam cobaan yang besar yaitu di tinggal
seseorang yang berarti bagi kita entah itu kehilangan seorang ibu, ayah,
saudara atau kekasih sekalipun kita harus selalu bersabar.
Tiada hari tanpa cobaan maka bersabar
adalah sutu hal yang mutlak untuk kita jalankan. Apa lagi ketika kita sedang
belajar di tempat yang jauh dari rumah atau jauh dari jangkauan orang tua kita
pastilah tanggung jawab terhadap diri kita adalah suatu hal pasti harus di
perhatikan.
ada satu kisah mengenai kesabaran yang mungkin
akan menjadikan kita motivasi dalam menghadapi kehidupan, kisah ini di
ceritakan seorang pemuda yang berdakwah untuk tuhannya ia pergi ke suatu kampung
untuk mengajak kepada manusia untuk senantiasa menjadikan Allah pegangan dan
kesehariannya.
Ia berjalan dengan semangat di temani oleh
sahabatnya. Sesampainya di suautu kampung ia langsung berdakwah mengajak kepada
jalan Allah SWT. Namun apa yang ia dapatkan dari ajakannya ? ia malah di ludahi
di lempar pakai batu dan kotoran dan pumuda itu pulang ke rumahnya di
perjalanan dia di datangi oleh malaikat Jibril Hei pemuda biarlah aku membalas
perbuatan mereka dengan melemparkan gunung ke perkampungan mereka. Dengan
tersenyum pemuda tersebut menjawab janganlah engkau lakukan itu wahai Malaikat
Jibri. Biarlah mereka berlaku seperti itu karena mungkin mereka tidak tahu dan
belum terketuk hati mereka untuk menuju Allah mudah-mudahan anak cucu mereka
nantinya akan menjadi benteng utama di Agama Allah.
Sungguh mulia pemuda itu, kalau ada bertnya
siapakah pemuda tersebut? Maka akan banyak yang menjawab! Ia Adalah Rasulullah
SAW. Kalau pemuda biasa tak akan bisa seperti beliau bisa untuk di contoh tapi
mustahil untuk di tiru.
Kebanyakan pemuda hari ini adalah main, tawuran,
berkelahi dan masih banyak lagi kelakuan yang tidak di contohkan oleh kisah
Rasulullah. Jangankan pemuda seseorang yang sudah mempunyai gelar ustadz pun
banyak yang tidak bisa menahan emosinya. Banyak ustadz di luar sana yang
berdebat hanya karena berbeda pemahaman; banyak seorang ustadz menceraikan
istrinya karena hanya sekedar salah paham dan masih banyak lagi yang di anggap
pemuka agama tapi ia menebarkan terror dan kebencian. Sangat jauh dari Rasulullah
yang berakhlak mulia.
وَإِن كَانَ
طَآئِفَةٌ مِّنكُمْ ءَامَنُوا۟ بِٱلَّذِىٓ أُرْسِلْتُ بِهِۦ وَطَآئِفَةٌ لَّمْ
يُؤْمِنُوا۟ فَٱصْبِرُوا۟ حَتَّىٰ يَحْكُمَ ٱللَّهُ بَيْنَنَا ۚ وَهُوَ خَيْرُ
ٱلْحَٰكِمِينَ
Artinya : Jika ada segolongan
daripada kamu beriman kepada apa yang aku diutus untuk menyampaikannya dan ada
(pula) segolongan yang tidak beriman, maka bersabarlah, hingga Allah menetapkan
hukumnya di antara kita; dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya. {QS.
Al-'A`raf [7] : 8]
Ketika mengajak untuk
kebaikan adalah susah maka sudah sepatutnya terus istiqamah menjalankannya.
Karena banyak keutamaan di dalamnya. maksudnya adalah seseeorang tidak bisa
sendiri untuk hidup, dan pastinya kita harus memiliki teman yang baik agar kita
senantiasa di ingatkan dan saling mengingatkan akan dosa.