Senin, 26 Agustus 2019

Tontonan menjadi tuntunan

Assalamu’alaikum wr wb

Salam pembuka
Keseharian di zaman sekarang menjadi kebiasaan yang akan datang. Salah satu pengaruh konstruksi keadaan di masa yang akan datang adalah tontonan.
Contoh kecil dari hal tersebut adalah seorang anak dengan kesehariannya melihat pekerjaan orang tuanya akan menjadi pendidikan dasar yang tidak akanbisa terpisahkan. Walaupun pekerjaan anak tersebut di masa depan jauh berbeda dengan orang tuanya. Yang akan menjadikan ciri khas dari pengaruh pekerjaan orang tua pada anaknya adalah arti dari pekerjaannya.
Contoh kasus, seorang anak di lahirkan dari keluarga yang bermata pencaharian  sebagai petani di desa terpencil yang belum terjamah oleh moderenisasi, ketika anak tersebut dewasa dan menjadi seorang derektur sebuah perusahaan misalnya, anak tersebut akan berperilaku seperti seorang petani yang terus bekerja keras dan tidak terlalu mementingkan hasil. Walaupun ada dua kemungkinan setelah ia berhasil.
1. Ia merasa kecil sehingga dia rendah hati dan tidak suka berfoya-foya
2. Ia merasa besar sehingga ia sombong dengan keadaannya yang sekarang dan menjadi seorang yang suka menghambur-hamburkan uang dan berprilaku boros.
Begitu pula dengan tontonan yang sering kita lihat, dari film yang kita lihat kita akan mencontoh perilaku dengan apa yang di gambarkan oleh film tersebut. Baik adegan yang baik ataupun adegan yang buruk menurut Islam.
Hal-hal yang berkaitan dengan keburukan dari sebuah film akan menjadi sesuatu hal yang tidak bisa di bendung lagi di masa yang akan datang. Sebagai contoh kasus film sinetron. Jika seseorang anak di bawah umur hingga ia remaja suka di perlihatkan film-film sinetron yang tidak menggambarkan kebaikan malah adegan adegan percintaan yang penuh dengan bumbu pelukan bahkan ciuman, maka tidak aneh jika setelah dewasa ia melakukan hal yang di contohkan di sinetron tersebut bahkan lebih daripada itu.
Begitupula jika kita mengagumi Rasulullah saw, kita akan menjadikan beliau tuntunan hidup, yang senantiasa menjadi pandangan utama dalam berbuat. Karena sesungguhnya, beliau di utus untuk menyempurnakan Akhlak sesuai dengan hadis.
Innamal buistu liutamima makarimal akhlak.
Dalam kitab tijan durori di sebutkan bahwasannya beliau memiliki empat sifat yang pasti ada pada dirinya.
1. Sidiq artinya benar
Dalam artian Rasulullah selalu benar ketika berucap dan bertingkan. Seluruh perintah dan seluruh larangannya menjadi hadis
Seluruh perilaku dan pekerjaannya menjadi sunnah dan seluruh perbuatannya menjadi contoh yang patut di tiru.
2. Amanah artinya terpercaya
Sudah sepantasnya Rasululah di percaya oleh seluruh makhluk baik yang di langit dan di bumi. Dalam siroh nabawiyah pada usia muda sudah di beri gelar al-‘Alim yang artinya terpercaya. Beranjak dewasa beliau di percaya untuk menempatkan batu hajar aswad di sudut mekkah yang abadi hingga sekaarang dan sampai akhir zaman.
3. Fathanah artinya pintar
Jika kita membaca riwayat dan hikayat Rasulullah kita pasti akan terkagum-kagum dengan kecerdasan beliau. Dalam sebuah penelitian, Rasulullah menempati peringkat pertama kepemimpinan tersukses di seluruh dunia, selain berkat kemukjizatan Rasulullah dan atas kekuasaan Allah SWT. Sudah pasti berkat kecerdasannya dalam memimpin zazirah arab pada masa itu.
4. Tabligh artinya menyampaikan
Alquran adalah saksi bisu tabligh Rasulullah. Allah menurunkan Alquran kepada lauhmahfudz terus di turunkan lagi kepada malaikat Jibril dan di turunkan lagi kepada Rasulullah dan sampailah pada kita secara mutawattir. Kalaupun Rasul tidak menyampaikan apa-apa saja yang di sampaikan oleh Allah melalui malaikat jibril pastinya sekarang tidak akan pernah ada yang namanya Alquran. Begitupula dengan kitab-kitab yang sebelumnya.
Yang barusan adalh secuil dari, keutamaan-keutamaan Nabi Muhammad sebagai contoh.
Oleh sebab itu marilah kita jadikan Rasulullah tauladan dalam hidup kita.
DO’A

Salam penutup

Wassalamu’alaikum wr wb

Senin, 25 Maret 2019


DIGITALISASI QUR’AN DAN HADIS
            Dalam perkembangan zaman tidak di ragukan lagi teknologi tidak dapat dihindari atas kemajuan yang semakin maju dan semakin canggih. Adanya televisi, radio, handphone dan lain sebagainya, adalah awal munculnya teknologi yang saling berintegrasi secara instan antara alat yang satu dengan yang lainnya.
            Dari tahun ke tahun bahkan minggu ke minggu pasti akan lahir teknologi jenis baru atau pengembangan teknologi atau sebuah alat yang tadinya hanya memiliki satu fungi menjadi multi fungi seperti handphone yang dulunya hanya bisa menghubungi via suara saja berkembang bisa mengirim pesan singkat lama kelamaan berkembang bisa mengambil photo dan hari ini handphone yang dulu hanya bisa telepon dan SMS, bisa menjadi sebagai pengganti remote dari barang elektronik sepert TV, AC, DVD dan lain-lain.
            Seolah tidak mau ketinggalan zaman, para ulama di seluruh Indonesia bahkan manca Negara tidak mau ketinggalan hal tersebut. Mereka melebarkan dakwah mereka lewat media massal seperti Instagram, WhatsApp, Facebook dan media massa lainnya. Contoh kecil sebagian ulama yang berdakwah lewat media massa seperti Majlis Rasulullah, NU, PERSIS, Al-Bahjah dan lain-lain. Dan sampai hari ini banyak ustadz ustadzah yang lahir dan mulai berdakwah di akun You Tube, Facebook dan akun-akun media massa lainnya.
            Seolah tidak cukup di sana, hari ini banyak kita jumpai Alquran, Hadist, Tafsir dan disiplin ilmu agama lainnya yang mulai di digitalisasikan secara perseorangan, bahkan secara kelompok atau komunitas. Adapun yang perseorangan banyak kita jumpai status-status di akun sosial yang mengutip ayat Alquran, Hadis, Tafsir dan disiplin ilmu Agama lainnya dengan tujuan mengajak kepada jalan Allah SWT. Walaupun di dalamnya banyak sekali kepentingan-kepentingan yang menyertai entah itu hanya eksistensi, bisnis dan lainnya.
            Adapun yang sudah terstruktur/berkelompok, yaitu dengan mengonsep atau menciptakan Alquran yang berbasis aplikasi, baik itu di khususkan untuk PC ataupun smartphone. Contoh aplikasi yang di ciptakan oleh seorang ulama Indonesia adalah Qur’an Al-Hadi yang di ciptakan oleh Dr. Ahmad Lutfi Fathullah, MA dan rekannya (Pusat Kajian Hadis).
            Beliau dan rekannya sudah banyak menciptakan Aplikasi-aplikasi untuk PC dan smartphone, seperti Al-Qur’an Al-Hadi, Potret Rasulullah SAW, Pustaka Digital dan lain sebagainya. Dan dapat di akses melalui website www.pusatkajianhadis.com di dalam nya bayak aplikasi dan keilmuan Islam yang telah di digitalkan seperti Qur’an, Tafsir, Hadis, Ushul Fiqh, Fiqh, Kalam dan disiplin keilmuan Islam lainnya.
            Untuk pembahasan kecil kita bedah fungsi dan metode menggunakan Al-Qur’an Al-Hadi yang berbasis smartphone.
·         Aplikasi dapat di download dan di install melalui Play Store.
·         Setelah terinstal dengan sempurna dapat langsung di buka
·         Pada tampilan utama klik masuk
·         Setelah masuk ada lima menu yang tersedia seperti Indeks Tematik, Kajian Ayat, Al-Qur’an, Pencarian dan Qur’an Mushaf.

Setiap menu yang di pilih menampilak banyak sekali konten. Dengan demikian si pengguna hanya memilih informasi apa yang di butuhkan.
Tidak hanya di sana Bapak Dr. Ahmad Lutfi Fathullah, MA bersama rekan kerjanya dari Pusat Kajian Hadismen ciptakan aplikasi khusus untuk PC yaitu Pustaka Digital yang sekarang baru memuat 5000 kitab di dalamnya seperti Alquran, Tafsir, Hadist dan lainnya dan menurut beliau kedepannya koleksi kitab akan bertanbah dan semakin banyak.
Bagi pengguna smartphone. Jika ingin membuka Pustaka Digital harus klik di website perpustakaanislamdigital.com di situs tersebut tampilannya tidak berbeda jauh dengan yang ada di aplikasi hanya saja ketika hendak membuka salah satu kitab di dalamnya harus download terlebih dahulu file atau kitab yang akan di buka. Jadi di dalam smartphone harus terinstal terlebih dahulu FDF Reader karena file yang akan kita buka yaitu berbentuk atau berformat PDF.
Jadi untuk sekarang, tidak ada alasan untuk tidak memperdalam keilmuan bagi umat islam di era milenial ini karena kajian islam sekaran sudah di permudah. Kajian islam hanya tinggal buka media massa atau kalau mau buka sumber yang benar tinggal buka aplikasi atau situs web yang teruji kebenarannya dan sudah di legalkan oleh pemerintah.
Hal  tersebut ada di Indonesia, apalagi di luar sana yang terus mengembangkan kajian Islam baik berbentuk maupun alat digital demi penggunaan atau pengkajian Ilmu Pengetahuan baik keislaman ataupun umum.


Catatan Kecil Penulis
Dalam uraian di atas memang benar pengembangan keilmuan atau media bahan ajar semakin luas. Akan tetapi bagi Penulis pribadi seperti ada yang hilang dalam kajian keislaman hal tersebut mungkin berupa keberkahan dari seorang guru atau tidak akan terkontrolnya penyebran informasi, sehingga hal tersebut bagi kalangan orang yang kurang pendidikan akan malah bertanya “mana yang benar dan mana yang salah karena semua terlihat seakan-akan benar walaupun bertentangan”
Dan apalagi bekembangnya teknologi informasi hari ini lahir juga hacker yang siap untuk mengobok-obok aplikasi atau web tersebut sehingga tidak mustahil bagi si hacker untuk mengibah isi konten dan menimbulkan perpecahan.
Penulis berpendapat demikian karena Penulis lahir dan belajar di lingkungan pesantren klasik. Jadi maafkan Penulis jika Penulis lancang berpendapat demikain.

Senin, 28 Januari 2019

Curahan cinta seorang sufi
Ditulis oleh
Heri Supriatna
Tulisan ini sekedar tulisan motifasi diri untuk bisa lebih mendekatkan diri kepada sang pencipta. Mudah-mudahan sipapun yang membacanya bisa mengerti dan memahami pesan yang terkandung di dalamnya.

Sumber cinta
Sumber cinta adalah hati dimana hati seorang manusia adalah rumit jika di uraikan hanya dengan beberapa faragrap kalimat saja, dan pasti hati akan bersih jika di awali dengan niat “karena Allah, untuk Allah, dan pada Allah”. Hati yang sudah mencintai Allah senantiasa aan ikhlas menerima apapun cobaan yang mendera. Dia akan senantiasa menghadapi semuanya dengan kesabaran.
Hari adalah suatu alat atau benda yang bersebelahan dengan lambung, hal tersebut membuktikan bahwa akal fikiran seimbang derajanya dengan nafsu keduniaan secara anatomi. Namun bagaimmana kita mengalahkan nafsu amarah dengan akal fikiran yaitu dengan cara kita mengosongkan perut (puasa) supaya perut mengecil dan hati membesar.  Atau bisa di sebut mengecilkan nafsu dan membesarkan akal fikiran (ijaj)
Namun, kita juga memerlukan nafsu, supaya kita ada keinginan untuk hidup, keinginan untuk berjuang dan keinginan untuk menikmati segala rahmat Allah yang telah di berikan kepada manusia. Bagaimana caranya kita mendaptkan rahmat dengan nafsu kita? Yaitu dengan cara meluruskan nafsu kita dengan syariat yang telah Allah tentukan yaitu Al-Qur’an dan Sunnah. Ditambah dengan ijma dan Qiyas.
Timbul pertanyaan, bagaimana cara kita untuk mengarahkan hati kepada Islam yang kaffah? yaitu dengan cara melatih hati dengan keikhlasan. Seperti dalam Al-Qur’an Surah Al-Ikhlas tidak tercantum sama sekali kalimat Ikhlas di dalamnya, hal itu nenunjukan bahwa yang namanya ikhlas adalah hal yang gaib dan sangatlah penting.
Surat Al-Ikhlas
 قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ

Artinya; Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

Ikhlas mencintai seperti dalam surat di atas ialah; Allah maha esa Allah tiada bandingannya, dan Allah di luar bayangan kita. Seakan-akan ayat pertama ini berpesan kepada kita bahwaa tiada seorang pun yang harus mendapat cinta dan keikhlasan hanya kepada Allah semata, Allah maha cinta, jika kita mencintai Allah bukan hanya Allah yang mencintai kita tapi segenap makhluknya akan mencintai kita.
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
Artinya : Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan
Korelasi ayat di atas dengan Surah Al-Ikhlas ayat dua ini adalah; Allah tempat bergantung segala sesuatu, Allah tempat kita mencurahkan hati yang fana, dan Allah maha  penolong dari segalaa penolong tida alasan kita meminta pertolongan selain hanya kepada Allah, jika kita memohon pertolongan kepada Allah maka Allah akan mengutus makhluknya untuk menolong kita.
Tiada ilmu yang dapat mendefinisikan khlas, karena ikhlas adalah ilmu yang setingkat dengan iman bahkan lebih dari pada itu, untuk orang yang memahami. Hanya saja apa yang harus dilakukan seseorang yang awam untuk mendapatkan Ikhlas dalam hatinya adalah dengan menjalankan apa yang di perintahkan oleh Allah. Yaitu yang ter tera dalam surah Adz Dzaariyaat ayat 56
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ
Artinya: Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.
Di dalam surah al-Ikhlas Allah menitik beratkan pada kita bahwa kita ikhlas meyakini diri, kita dari Allah dan untuk Allah. Hidup untuk Allah dan mati untuk Allah.
Syair cinta
Kata cinta sungguh menawan
Jika di dalami dan di maknai
Namun akan lebih indah
Jika cinta kita berikan
Kepada Allah semata
Cinta kepada manusia
Mungkin akan membawa petaka
Tatkala cinta itu membuat lupa
Kepada sang pencipta
Sepenting apakah cinta
Sebelum mengupas cinta kita juga perlu mendefinisikan penting atau kepentingan, agar dapat meradikalisasikan  pembahasan cinta yang menjadi kebutuhan setiap makhluk-Nya.
Kepentingan adalah sesuatu jalan untuk mencapai tujun, kata pepatah dimana bumi di pijak disana langit di jungjung. Maksudnya adalah kita berada di semesta Allah dan juga kita berada di tempat yang Allah ciptakan, dan Allah memberikan kepada kita satu dari 100 kenkmatan, kepada seluruh makhluknya. Karena kita hanya di beri satu pastilah kita harus berusaha untuk mendapatkannya.
Allah berfrman dalam Al-Qur’an Surat Al-Lail ayat 4
إِنَّ سَعْيَكُمْ لَشَتَّى
Artinya: Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda.
Dalam ayat di sana ada kalimat penegasan bahwasannya “sesungguhnya” yang berarti usaha manusia dalam mencapai sesuatu sangat dan sangat beragam.
Ada dua jalan yang mereka pergunakan untuk mencapai tujuannya.
1.      Jalan kebaikan
Yaitu jalan yang di syariatkan oleh Allah SWT. yang tertera dalam Al-Qur’an dan sunnah nabi, di tambah dengan ijma dan qiyas.
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
Artinya: Tunjukanlah kepada kami jalan yang lurus
2.      Jalan keburukan
Yaitu jalan yang tentunya di pergunakan oleh orang-orang pendusta Agama.
Apa itu cinta? Cinta itu adalah sebuah perasaan suka yang berlebihan, yang tidak bisa di wakili oleh orang lain atau benda lain analoginya adalah ketika seseorang mencintai kekasihnya, maka tida hal lain yang bisa menggantikan kekasihnya tersebut.
Begitu pula cinta kita kepada Allah bagi orang yang mahabbah. Tiada yang bisa menggantikan sesuatu hal selain kepada-Nya. Allah menjadi tujunnya, Allah adalah tepat ia bergantung, meminta tolong, dan tempat berkeluh kesah.
Jadi, jika kitamenggambungkan kedua urayan di atas yakni “Sepenting apa cinta”. Maka dapat di tarik kesimpulan bahwa cinta itu sangatlah penting sekali. Guna, untuk hidup di zaman yang sangat memilikan ini. Hanya cinta yang murni yang mampuh bersaing dengan nafsu. Untuk mendapatkan cinta Allah. Karena dengan mendapatkan cinta Allah kita akan dicinta oleh makhluknya seperti para Wali, Habaib, Dan seseorang yang paling dicinta oleh semua makhluk-Nya adalah Rasulullah SAW.
Kita haruslah mencontoh kepada Makhluk-makhluk mulia tersebut, karena dengan hidup seperti mereka kita akan mendapatkan kemuliaan yang tiada tara. Seperti yang tersirat dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 5
أُولَئِكَ عَلَى هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Artinya: merekalah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.
Allah menyebutkan أُولَئِكَ yang berarti mereka (terjemah bebas) berarti kepada semua yang mendapat keberuntungan adalah orang yang istimewa. Karena hanya muslimlah yang mendapatkan keberuntungan tersebut. Yaitu orang-orang yang bertaqwa.
Siapakah orang yang bertaqwa tersebut? Yaitu yang menjalankan syariatnya dan menjauhi larangannya. Kita sudah mendapat contoh dari banyak wali-wali Allah, kita sudah pula mendapatan biografi seorang yang mulia akhlaknya. Untuk menjadi referensi kehidupan, namun kebanyakan dari kita mendustakan hal tersebut apalagi ketika matahari muncul dari barat.
Tanda kiamat sudah terlihat untuk orang yang berfikir, sekarang orang barat sangatlah superior dalam segala aspek keilmuan. seperti politik, ekonomi dan lainnya. Itu menujukan matahari yang terbit dari barat, miris. Banyak dari kita orang Islam mengikuti gaya barat, dalam hal berpakaian, gaya hidup, seks bebas dan lain sebagainya. Sampai kapan Islam akan rusak jika tidak di cegah dari sekarang.
Dan cara mencegahnya yaitu adalah mencintai Allah, mengembalikan kejayaan Islam pada abad 1-7 H. Abad dimana Islam memancarkan cahaya keemasannya (golden age of Islam). Belajar dari sejarah, menemukan jawaban dari sejarah dan mendapatkan solusi dari sejarah dilengkapi dengan ilmu Al-Qur’an.
Syair
Cinta itu indah
Cinta itu anugrah
Dan cinta itu adalah hikmah
Jika di tempatkan di tempat yang tertinggi
Yaitu Iman Islam dan Ihsan
Yang diawali dua kalimah syahadat

Bagaimana bentuk cinta yang di ridhai Allah
Bentuk cinta yang di ridhai Allah adalah kita mencintai Allah lebih dari pada kita mencintai seseorang kekasih. Ketika seseorang menjalin kasih dengan kekasihnya, pasti ada rasa saling mengikat, tidak ingin terpisahkan, ingin selalu bersama, ingin selalu menyelami cinta dan dunia terasa milik bersama.
Namun jika cinta terebut di arahkan kepada Allah. Akan ada kata-kata yang tidak bisa di ungkapkan oleh kata-kata. Dalam hati akan ada sesuatu yang akan segera meledak dan begitu terasa. Keharuan kebahagiaan kesenangan menyatu menjadi sebuah rasa yang baru. Yaitu Mahabbah dengan cara Taqarrub Illallah.
Dan bahwa rasa dari Mahabbah kepada Allah itu lebih nikmat dari makanan yang lezat dan enak disantap bareng keluarga. Dan Taqarrub kepada Allah lebih indah daripada pemandangan gunung dan lautan yang luas. Keindahan yang tergambarkan kepada hati sebagai tanda orang tersebut di terima imannaya oleh Allah.
Bagaimana jika kita menaggapi cinta antar manusia? Yaitu dengan mencintai karena Allah, bertemu dengan Allah, dan berpisah juga dengan karena Allah SWT.
Mencintai karena Allah kita bertemu dengan si dia, dan kita memulai rasa suka dengannya dan mulai mencintainya dengan meenjaganya, menasehatinya, mengarahkannya, dan memarahinya tatkala ia berbuat salah. Namun, pada zaman sekarang hal yang demikian sangatlah susah. Karena, kita bergelut dengan nafsu yang begitu besar pengaruhnya  terhadap kehidupan manusia dengan senjata media, seni, drama dan bahkan paham.
Realita zaman sekarang ketika bertemu dengan si dia malahan menjadi budak nafsu. Kita cinta padanya seolah-olah dia hanya milik aku dan aku miliknya. Padahal kita lupa bahwa dia adalah milik Allah. Allah berkuasa membalikan hatinya untuk membenci kita memusuhi kita bahkan membunuh kita dari belakang. Karena cinta tidak mustahil jika berubah menjadi benci. Masih mending perpisahan menjadi musibah bagi suatu pasangan. Yang lebih berbahaya adalah ketika satu pasangan terjerumus kelembah nista yaitu perzinahan. Bukan hanya benci yang di dapat melainkan caci maki dari orang yang terdekat akan melayang padanya. Orang yang di kenal dan menjadi harapan kita untuk mencurahkan isi hati akan mendadak menjauhi tinggalah mereka yang berdosa. Dan pastinya pekerjaan nista tersebut akan terwaris kepada keturunan kita kelak “Buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya”
Bertemu dengan orang yang di cinta pastilah rasa bahagia akan mendarat kedalam  hati kita. Namun ketika bertemu apa yang hedak kita lakukan. Ada dua macam pekerjaan, ketika sepasang kekasih bertemu yaitu sajadah atau haram jadah, syukur atau kufur. Tinggal di pilih dan pastinya masing-masing pilihan aka nada buah atau hasilnya masing-masing.
Jika kita memilih sajadah yaitu dengan melakukan shalat istikharah dan menyerahkan segala urusan pada-Nya. Maka keberkahan akan masa depan dengan si dia akan menanti. Namun sebaliknya, jika kita memilih haram jadah pasti dosa dan ceoohan akan kita peroleh walaupun tidak langsung kita terima namun awal atau akhir akan kita rasakan.
Berpisah dengan orang yang tercinta pastilah sangat sakit yang terasa dan derita menjadi makanan setiap harinya bahkan mungkin seumur hidupnya. Orang yang memiliki sifat dengki hal tersebut akan menjadi sebuah dendam seumur hidupnya. Dapat di bayangkan jika kita menerima kedengkian dari seseorang saja sudah tidak nyaman apalagi banyak.
Namun, jika kita berpisah karena Allah dengan menerima takdir Allah dengan Ikhlas. Maka kebaikan akan mendekatinya dengan berfikir bahwa dia bukan orang yang baik baginya. Maka pastinya, Allah akan menggantinya dengan orang yang lebih baik. Insyaallah
Syair
Bentuk keindahan dari cinta
Tak akan pernah terlukiskan oleh kata
Namun bentuk dari cinta
Dapat di rasakan oleh hati yang ridu akan rahmat
Yang hterpancar dari keramatnya
Sosok yang di rindukan oleh segala makhluk

Seorang Sufi
Seorang sufi adalah seseorang yang sangat mendambakan dan sangat merindukan sosok tuhannya. Dia berani mati syahid sebagai syuhada agar dapat bertemu dengan penciptanya, dan duduk di sebelah-Nya bersama orang-orang yang shalih.
Seorang sufi, mencurahkan cintanya kepada Allah. Tanpa mengharap apapun kecuali ridha Allah. Contoh seperti Robi’ah Al-Adawiah. Cintanya murni hanya untuk Allah semata, ia tidak menikah karena takut dengan ia menikah dapat menurangi rasa cintanya kepada Allah.
Pernyataan Beliau “Ya Allah jika aku mencintaimu karena aku takut kepada neraka, maka masukanlah aku kedalamnya. Dan jika aku cinta kepadamu karena aku ingin masuk surge, maka jauhkanlah aku darinya”. Betapa mulianya beliau, ia mampuh untuk menciptakan cinta di dalam hatinya tanpa ada kepentingan kepada kenikmatan dan ketakutan yang otoriter dari Allah SWT.
Apakah kita bisa mengikuti jejak langkah beliau tentu bisa, dengan cara mahabbah yang benar-benar mahabbah kepada-Nya. Taqrub kepada-nya dan tiada alas an untuk menjauhi-Nya.
Namun kebanyakan dari kita masih banyak tuhan yang menjadi kebutuhan yang primer, ketika cinta harus bersyarat. Mencintai uang untuk keperluan; mencintai jabatan untuk exsistensi di masyarakat; mencintai seseorang kekasih untuk mengharap kasih sayangnya.
Banyak nama-nama seorang sufi yang meninggalkan karyanya untuk kita contoh dan seorang sufi yang terkenal yang di lahirkan di Indonesia Siapa yang tidak mengenal Hamzah Fansuri? Semua orang yang mengkaji sejarah, sastra dan Islam kawasan Asia Tenggara tidak dapat menyampingkan tokoh ini. Ia adalah sosok sufi dan penyair Melayu yang sangat berpengaruh pada masanya dan bahkan sampai beberapa abad setelahnya. Ia juga merupakan sosok ulama dan birokrat yang kritis terhadap penguasa. Namun, sejarah kehidupan tokoh ini masih diliputi oleh misteri. Sumber tempatan (traditional sources) abad ke- 17 M, seperti Hikayat Aceh, Adat Aceh, dan Bustan Al- Salatin, tidak sedikitpun menyinggung secara explicit mengenai tokoh ini. Demikian juga halnya dengan berbagai sumber luar, terutama karya- karya Eropa. Kondisi ini memaksa para peneliti terutama sejarawan, untuk merujuk lebih banyak kepada bukti –bukti inferensial (inferential proofs).
Namun, kondisi ini tidak mengurangi semangat para peneliti untuk melakukan kajian mengenai tokoh ini. Barangkali tidak berlebihan bila dikatakan bahwa dari perspektif sejarah, diantara alasan utama yang mendorong sejarawan untuk terus melakukan penelitian mengenai Hamzah Fansuri ialah adanya asumsi yang kuat bahwa tokoh sufi dan penyair ini telah memiliki peran dan pengaruh yang demikian besar di kawasan Asia Tenggara, khususnya di Aceh. Adalah sulit dibayangkan bahwa tanpa peran dan pengaruh yang signifikan ini, Hamzah Fansuri telah mampu membawa ajaran mistiko- filosofis wahdat al –wujud menjadi demikian populer di istana dan masyarakat luas akhir abad ke -16, dan paruhan pertama abad ke -17, terutama pada masa pemerintahan Iskandar Muda (w. 1636)
Mujahadah      : Perjuangan dan upaya spritual melawan hawa nafsu dan berbagai kecenderungan jiwa rendah (nafs).
Fanâ                : Penafian diri, atau peniadaan diri. Saat bersatu dengan Allah, manusia mengalami fanâ’ atau penafian diri. Inilah hilangnya batas- batas individual dalam keadaan kesatuan dengan Yang Maha Mutlak.
Baqâ’              : Bertahan, kesinambungan; pengalaman mistik tentang substansi, atau kehidupan bersama dan di dalam Allah SWT.
Ittihâd              : suatu tingkatan tasawuf yang di dalamnya sufi telah merasa dirinya bersatu dengan Allah; suatu tingkatan tempat dimana sufi dan Allah telah berpadu menjadi satu.
Hulul               : Ajaran yang menyatakan bahwa Tuhan memilih tubuh –tubuh manusia tertentu untuk ia ambil tempat di dalamnya setelah sifat –sifat kemanusian yang ada dalam tubuh itu lenyap.
Syair
Begitu indah akhlakmu
Begitu terang wajahmu
Dan begitu mulianya dirimu
Engkau sebagai pewaris nabi
Dan engkau sebagai gambaran yang patut di contoh
Bisakah kami mencontoh dirimu
Bisakah kami belajar padamu
Dan bisakah kami mendapatkan berkah darimu
Pertanyaan yang harus di usahakan


Do’a
Ya Allah berilah kami umur yang panjang dan dapat memanfaatkan umur tersebut. Untuk kepentingan Agama-Mu Ya Allah.
Ya Allah utuslah seseorang yang dapat membawa kami kejalan yang di ridhai oleh-Mu Ya Allah.
Ya Allah utuslah seseorang yang sejalan dengan misi kami, yang mampuh menemani di kala senang dan mampuh  menghibur di kala sedih.
Ya Allah berikanlah kami jalan Mahabbah, supaya kami bisa bertaqwa kepadamu Ya Allah
Aamiin

Nb : Kita hidup di dunia adalah sebuah ujian, ujian dari penderitaan, ujian dari kebahagiaan, ujian dari kemiskinan dan ujian dari ke kayaan.
Ketika menderita, kita di uji apakah kita akan putus asa atau kita akan bangkit dari keterpurukan, putus asa tidak di syari’atkan oleh Allah. Jadi, ketka seseorang putus asa maka secara tidak langsung kita sudah menjauhi Islam.
Ketika bahagia, Allah menguji kita apakah kita akan mengingat Allah atau tidak, jika kita malah lupa kepada Allah karena kebahagiaan tersebut dan malah kufur, disanalah tauhid dan Akhlak kita hilang, niscaya laknat Allah mutlak buat kita.
Ketika miskin/susah, kita harusnya bersabar dan bisa lebih dekat dengan Allah seperti Rasulullah pemimpin termiskin di dunia.namun realita sekarang berbeda dengan contoh dari Rasul. Ia malah meminta rezeki selain kepada Allah dan menduakan Allah. Maka pasti ia termasuk orang dzalim.
Ketika kaya. Seharusnya kita ingat kepada maha pemberi dengan memberika sebagian rezeki kita kepada orang yang membutuhkan hal tersebut menandakan tanda sukur kita kepada Allah. Jika kita malah kikir dan menghinanya. Maka tidak beda kelakuan tersebut dengan qarun. Yaitu seseorang yang di lenyapkan kedalam bumi karena kesombongannya dengan harta.


Terimakasih penulis ucapkan kepada pembaca, mudah-mudahkan kita di pertemukann oleh Rahmat Allah.
Dan mudah-mudahan Allah selalu memberikan apa yang dinginkan lewat do’a dan zuhud kita terhadap syari’at dan taqarrub kita kepada Allah.

Aamiin

Rabu, 31 Oktober 2018

Perintah Untuk Sabar


Sering kita mendengar kata sabar, baik itu sedang di jalan, di sekolah, di rumah, bahkan di WC pun kita sering sekali mendengar kata sabar. Namun apa sabar sih arti sabar itu ?
Sabar menurut adalah menerima perkara dengan lapang dada sehingga dia tidak marah atau terbawa emosi; putus asa atau gampang sekali menyerah, tidak lekas patah hati atau anak zaman sekarang menyebutnya dengan istilah galau. Lebih singkatnya sabar adalah kata lain dari tabah dari cobaan yang sering menerpa diri manusia.
Allah Subhanahu wata’alā berfirman :
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱصْبِرُوا۟ وَصَابِرُ.....
Artinya : Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu.....( QS. 'Ali `Imran [3] : 200)
Jadi, jelaslah sudah bahwa Allah SWT memerintahkan kepada kita semua untuk bersabar dalam segala cobaan yang ada. Dan apalagi ketika kita berada dalam cobaan yang besar yaitu di tinggal seseorang yang berarti bagi kita entah itu kehilangan seorang ibu, ayah, saudara atau kekasih sekalipun kita harus selalu bersabar.
Tiada hari tanpa cobaan maka bersabar adalah sutu hal yang mutlak untuk kita jalankan. Apa lagi ketika kita sedang belajar di tempat yang jauh dari rumah atau jauh dari jangkauan orang tua kita pastilah tanggung jawab terhadap diri kita adalah suatu hal pasti harus di perhatikan.
ada satu kisah mengenai kesabaran yang mungkin akan menjadikan kita motivasi dalam menghadapi kehidupan, kisah ini di ceritakan seorang pemuda yang berdakwah untuk tuhannya ia pergi ke suatu kampung untuk mengajak kepada manusia untuk senantiasa menjadikan Allah pegangan dan kesehariannya.
Ia berjalan dengan semangat di temani oleh sahabatnya. Sesampainya di suautu kampung ia langsung berdakwah mengajak kepada jalan Allah SWT. Namun apa yang ia dapatkan dari ajakannya ? ia malah di ludahi di lempar pakai batu dan kotoran dan pumuda itu pulang ke rumahnya di perjalanan dia di datangi oleh malaikat Jibril Hei pemuda biarlah aku membalas perbuatan mereka dengan melemparkan gunung ke perkampungan mereka. Dengan tersenyum pemuda tersebut menjawab janganlah engkau lakukan itu wahai Malaikat Jibri. Biarlah mereka berlaku seperti itu karena mungkin mereka tidak tahu dan belum terketuk hati mereka untuk menuju Allah mudah-mudahan anak cucu mereka nantinya akan menjadi benteng utama di Agama Allah.
Sungguh mulia pemuda itu, kalau ada bertnya siapakah pemuda tersebut? Maka akan banyak yang menjawab! Ia Adalah Rasulullah SAW. Kalau pemuda biasa tak akan bisa seperti beliau bisa untuk di contoh tapi mustahil untuk di tiru.
Kebanyakan pemuda hari ini adalah main, tawuran, berkelahi dan masih banyak lagi kelakuan yang tidak di contohkan oleh kisah Rasulullah. Jangankan pemuda seseorang yang sudah mempunyai gelar ustadz pun banyak yang tidak bisa menahan emosinya. Banyak ustadz di luar sana yang berdebat hanya karena berbeda pemahaman; banyak seorang ustadz menceraikan istrinya karena hanya sekedar salah paham dan masih banyak lagi yang di anggap pemuka agama tapi ia menebarkan terror dan kebencian. Sangat jauh dari Rasulullah yang berakhlak mulia.
وَإِن كَانَ طَآئِفَةٌ مِّنكُمْ ءَامَنُوا۟ بِٱلَّذِىٓ أُرْسِلْتُ بِهِۦ وَطَآئِفَةٌ لَّمْ يُؤْمِنُوا۟ فَٱصْبِرُوا۟ حَتَّىٰ يَحْكُمَ ٱللَّهُ بَيْنَنَا ۚ وَهُوَ خَيْرُ ٱلْحَٰكِمِينَ
Artinya : Jika ada segolongan daripada kamu beriman kepada apa yang aku diutus untuk menyampaikannya dan ada (pula) segolongan yang tidak beriman, maka bersabarlah, hingga Allah menetapkan hukumnya di antara kita; dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya. {QS. Al-'A`raf [7] : 8]
Ketika mengajak untuk kebaikan adalah susah maka sudah sepatutnya terus istiqamah menjalankannya. Karena banyak keutamaan di dalamnya. maksudnya adalah seseeorang tidak bisa sendiri untuk hidup, dan pastinya kita harus memiliki teman yang baik agar kita senantiasa di ingatkan dan saling mengingatkan akan dosa.


Senin, 29 Oktober 2018

Arti kata Lillah Fillah dan Billah


Arti kata Lillah Fillah dan Billah
1.      Lillah
Dalam tulisan arab Kata Lillah dapat di tulis sebagai berikut لله dapat di artikan secara bahasa (karena Allah, karena Allah, kepada Allah) karena terdapat ل taukid (Nahwu) atau Ibtida (Bilaghah) menjadikannya sesuatu hal yang mesti dan tiada lain lagi hanya untuk kata setelah ل tersebut yaitu له (Allah) karena ه Dhamir di sana di tujukan untuk Allah (sang pencipta)
Dari uraian di atas dapat di Tarik hikmah bahwasannya, hal pertama yang harus kita awali dalam setiap pekerjaan kita adalah niatkan karena Allah dengan mengucapkan Bismillah dan dengan berprilaku di atas Syari’at yang telah ter-maktub di dalam al-Qur’an. Dan pastinya dengan kita mengawali apapun dengan menyebut nama Allah maka keberkahan akan mengikuti dan hikmah akan senantiasa di temukan bagi orang yang menginginkannya.
2.      Fillah
Dalam tulisan huruf arab Fillah adalah في الله yang artinya di dalam Allah. Kalimat في di sana adalah huruf  jar yang menjadikannya lafad Allah di sana menadi objek. Dalam artiluas في الله di sana dapat di artikan (di dalam Allah, di bawah naungan Allah, dengan proses Allah, system Allah) dalam artian semua yang kita lakukan adalah berada dalam Syari’at yang telah di tetapkan.
Dalam realitanya, para ulama madzhab Fiqh pastinya selalu berij’tihad dengan segenap kemmampuanya untuk memahami apa yang ter-maktub dalam al-Qur’an dan mencari apa maksud dari hadits dan sunah nabi. Karena dua sumber tersebut tidaklah biasa di pisahkan untuk mendapatkan ridho Allah dalam hal cara beribadah. Kendati demikian tak jarang perbedaan pendapat di kalangan ulama tidak terelakkan. Hal tersebut di pengaruhi oleh latar belakang dan kondisi social atropologis pada masa tersebut.
Dan sekarang, hal tersebut kita harus meyakini apapun yang kita lakukan adalah karena Allah dengan jalan yang di tentukan oleh para ulama terdahulu. Kita harus percaya bahwa ulama tidak sedikitpun menggunakan nafsu mereka untuk mengistinbath hokum. Fenomena apapun yang telah kita lihat saat ini terkait perbadatan yang berbeda dengan apa yang kita lakukan adalh berasal dari Allah. Maka dengan demikian esensi dari agana khususnya Islam akan muncul yaitu toleransi dan kedamaian sekaligus  menciptakan rasa aman bagi pemeluk agama.
Dapat di simpulkan dengan kita memakai jalan menuju Allah (proses kepada Allah) maka apapun yang kita yakini akan terasa indah dan ketika melihat perbedaan dengan orang lain akan menjadi suatu pelajaran dan keunikan tersendiri dan akan menyadarkan kita bahwa dunia ini sangatlah indah untuk menuju keidahan sejati yaitu pertemuan dengan sang pencipta yakni Allah SWT.
3.      Billah
Menurut bahasa Billah dalam teks arab dapat di tulis با لله artinya (dengan Allah, di barengi Allah, bersama Allah). Haraf ba ( di sana adalah haraf kosam yang artinya haraf sumpah dalam artian suatu awalan dari ucapan untuk bermaksud menyatakan sebuah kesaksian dan pastinya setelah haraf kosam selalu menjadi objek. Dengan artian kita tidak ada apa-apanya karena kita adalah makhluk yang tidak berharga melainkan Allah yang maha wujud.
Dapat di artikan dengan kita mengucapkan Bismillah itu adalah kesaksian kita terhadap Allah, menuju pada Allah dan mengharap ridho Allah untuk bersama Allah. Dengan demikian kata Billah ini sudah menjadi kesaksian kita bahwa tidak ada lagi sesuatu kecuali Allah semata, semua adalah kosong (tidak ada) kecuali Allah.
4.      Simpulan
Dalam ketiga kalimat (lillah, fillah dan billah) memiliki arti yang sangat luas tidak dapat di uraikan dengan ilmu seadanya. Namun dapat di Tarik hikmah yang sangat melimpah yaitu :
a.       Kita dalam perjalanan pasti ingin mengharapkan kesuksesan keselamatan dan keberhasilan. Nah, dengan itu kita harus berniat hanya karena Allah semata tidak boleh niat karena ingin di puji karena sang kekasih dan lain sebagainya tapi niat hanya karena Allah yang haq. Dapat di artikan bersihkan hati sucikan jiwa kosongkan hati da nisi oleh Allah semata.
b.      Setelah kita berniat hanya kepada Allah kita berproses atau melangkah dengan cara yang Allah inginkan. Percayai dengan apa yang kamu percaya. Teliti dalam setiap langkah menuju Allah jangan mengabaikan pandangan ulama dan jangan jadikan nafsu sebagai proses menuju Allah karena nafsu hanya akan merusak segala yang kita yakini walau itu baik menurut ukuran manusia.
c.       Setelah kita berproses dengan cara yang di inginkan Allah maka hal yang terakhir yang harus di lakukan adalah bersama Allah. Dalam artian semua yang kita lakukan kita persembahkan kepada Allah demi keselamatan diri ini. Allah tidak membutuhkan sesuatu apapun dari manusia hal tersebut kita lakukan semata hanya untuk diri kita sendiri atas kesaksian kita dan menjadi penyempurna niat kita.
d.      Fersi sempitnya adalah (Allah dulu, Allah lagi, Allah terus).