Rabu, 31 Oktober 2018

Perintah Untuk Sabar


Sering kita mendengar kata sabar, baik itu sedang di jalan, di sekolah, di rumah, bahkan di WC pun kita sering sekali mendengar kata sabar. Namun apa sabar sih arti sabar itu ?
Sabar menurut adalah menerima perkara dengan lapang dada sehingga dia tidak marah atau terbawa emosi; putus asa atau gampang sekali menyerah, tidak lekas patah hati atau anak zaman sekarang menyebutnya dengan istilah galau. Lebih singkatnya sabar adalah kata lain dari tabah dari cobaan yang sering menerpa diri manusia.
Allah Subhanahu wata’alā berfirman :
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱصْبِرُوا۟ وَصَابِرُ.....
Artinya : Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu.....( QS. 'Ali `Imran [3] : 200)
Jadi, jelaslah sudah bahwa Allah SWT memerintahkan kepada kita semua untuk bersabar dalam segala cobaan yang ada. Dan apalagi ketika kita berada dalam cobaan yang besar yaitu di tinggal seseorang yang berarti bagi kita entah itu kehilangan seorang ibu, ayah, saudara atau kekasih sekalipun kita harus selalu bersabar.
Tiada hari tanpa cobaan maka bersabar adalah sutu hal yang mutlak untuk kita jalankan. Apa lagi ketika kita sedang belajar di tempat yang jauh dari rumah atau jauh dari jangkauan orang tua kita pastilah tanggung jawab terhadap diri kita adalah suatu hal pasti harus di perhatikan.
ada satu kisah mengenai kesabaran yang mungkin akan menjadikan kita motivasi dalam menghadapi kehidupan, kisah ini di ceritakan seorang pemuda yang berdakwah untuk tuhannya ia pergi ke suatu kampung untuk mengajak kepada manusia untuk senantiasa menjadikan Allah pegangan dan kesehariannya.
Ia berjalan dengan semangat di temani oleh sahabatnya. Sesampainya di suautu kampung ia langsung berdakwah mengajak kepada jalan Allah SWT. Namun apa yang ia dapatkan dari ajakannya ? ia malah di ludahi di lempar pakai batu dan kotoran dan pumuda itu pulang ke rumahnya di perjalanan dia di datangi oleh malaikat Jibril Hei pemuda biarlah aku membalas perbuatan mereka dengan melemparkan gunung ke perkampungan mereka. Dengan tersenyum pemuda tersebut menjawab janganlah engkau lakukan itu wahai Malaikat Jibri. Biarlah mereka berlaku seperti itu karena mungkin mereka tidak tahu dan belum terketuk hati mereka untuk menuju Allah mudah-mudahan anak cucu mereka nantinya akan menjadi benteng utama di Agama Allah.
Sungguh mulia pemuda itu, kalau ada bertnya siapakah pemuda tersebut? Maka akan banyak yang menjawab! Ia Adalah Rasulullah SAW. Kalau pemuda biasa tak akan bisa seperti beliau bisa untuk di contoh tapi mustahil untuk di tiru.
Kebanyakan pemuda hari ini adalah main, tawuran, berkelahi dan masih banyak lagi kelakuan yang tidak di contohkan oleh kisah Rasulullah. Jangankan pemuda seseorang yang sudah mempunyai gelar ustadz pun banyak yang tidak bisa menahan emosinya. Banyak ustadz di luar sana yang berdebat hanya karena berbeda pemahaman; banyak seorang ustadz menceraikan istrinya karena hanya sekedar salah paham dan masih banyak lagi yang di anggap pemuka agama tapi ia menebarkan terror dan kebencian. Sangat jauh dari Rasulullah yang berakhlak mulia.
وَإِن كَانَ طَآئِفَةٌ مِّنكُمْ ءَامَنُوا۟ بِٱلَّذِىٓ أُرْسِلْتُ بِهِۦ وَطَآئِفَةٌ لَّمْ يُؤْمِنُوا۟ فَٱصْبِرُوا۟ حَتَّىٰ يَحْكُمَ ٱللَّهُ بَيْنَنَا ۚ وَهُوَ خَيْرُ ٱلْحَٰكِمِينَ
Artinya : Jika ada segolongan daripada kamu beriman kepada apa yang aku diutus untuk menyampaikannya dan ada (pula) segolongan yang tidak beriman, maka bersabarlah, hingga Allah menetapkan hukumnya di antara kita; dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya. {QS. Al-'A`raf [7] : 8]
Ketika mengajak untuk kebaikan adalah susah maka sudah sepatutnya terus istiqamah menjalankannya. Karena banyak keutamaan di dalamnya. maksudnya adalah seseeorang tidak bisa sendiri untuk hidup, dan pastinya kita harus memiliki teman yang baik agar kita senantiasa di ingatkan dan saling mengingatkan akan dosa.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar